Sejarah berdirinya SMAST
Riwayat Pembangunan Sekolah

Tahun 1924 – Maret 1942
Gedung sekolah jalan Klotok 1 Kediri ini memang sengaja dibangun untuk sekolah MULO pada tahun 1924. meskipun dibangung pada tahun 1924 tetapi kelihatan sekali bahwa gedung ini memang dipersiapkan untuk wadah pendidikan jangka panjang. Bangunannya solid sekali , bahkan pada sekarang ini pada tahun 2006 , setelah berlalu 82 tahun kondisinya masih kukuh kuat, hanya perlu perbaikan minor. Bahkan gedung ini dilengkapi dengan ruangan laboratorium! Bandingkanlah dengan SMP jaman sekarang.
Pada sekitar tahun 1940 melihat perkembangan politk dunia terutama invasi Jepang, maka Pemerintah Hindia Belanda …….
membentuk satu kesatuan Staatwacht (penjaga kota) semacam hansip , yang berfungsi untuk membantu angkatan perangnya menghadapi serbuan tentara Jepang. Pasukan Staatwacht ini juga berkantor di gedung MULO , dan terutama masuk sore dan malam hari.
Tahun 1942 – 1945
Pada tahun 1942 kota Kediri ikut jatuh ketangan pasukan Jepang, dan mulailah babak Pemerintahan Militer Jepang. Sekolah MULO dibubarkan begitu saja. Dan bahkan gedung sekolah kemudian dipakai sebagai tempat tahanan serta markas tentara Jepang. Ini berlangsung terus selama masa pemerintahan penjajahan Jepang.
Periode 1945 – 1948
Setelah pasukan Jepang kalah perang, sebagian ditawan dan sebagian besar pulang ke negaranya, maka gedung jalan Klotok 1 ini diambil aliah dan dipakai begitu saja sebagai merkas Badan Keamanan Rakyat yang selanjutnya menjadi Tentara Keamanan Rakyat.
Selanjutnya dengan reorganisasi TNI maka gedung sekolah ini dipakai sebagai Markas Divisi | Brawijaya. Ini berlangsung sejak tahun 1947 hingga masuknya tentara Belanda ke Kediri taggal 19 Desember 1948. untuk menandai peristiwa tersebut pada tahun 1980-an di halaman depan sekolah didirikan tugu peringatan dengan tulisan : “Tempat Markas Divisi/Brawijaya Tahun 1947 – 1948″
Periode 1948 – 1950
Dengan bercokolnya pasukan Belanda di Kediri maka gedung jalan Klotok 1 ikut beralih fungsi. Dari semula Markas Divisi | Brawijaya dipakai menjadi Markas Tentara Belanda/KNIL. Situasi ini berlangsung hingga penyerahan kedaulatan (overdracht) pada awal tahun 1950, secara berangsur angsur personel tentara Belanda tersebut pulang kedaerah asal masing masing. Selanjutnya gedung dibiarkan kosong.
Periode 1951 – sekarang
Dengan surat keputusan Residen Kediri (Bapak Samadikun) pada tahun 1951, gedung sekolah ex. MULO jalan Klotok 1 Kediri ditetapkan sebagai gedung sekolah untuk SMA Negeri Kediri, dan terus dipakai sampai sekarang. 60 tahun usia SMA Negeri Kediri yang sesuai dengan perkembangan jaman dan kamajuan dunia pendidikan sekarang menjadi SMA Negeri 1 Kediri.
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.